Selamat Datang di Blog Teknologi, Perang Militer, Makanan, Film, Bitcoin, Petani, dan Gado Gado

Keluhan Petani dan Peternak Pada Sistem Perdagangan Pasar di Pemerintahan Indonesia

Kebutuhan Terhadap Daging, Buah-Buahan, Ikan, Ayam, dan Berbagai aneka Macam Sayur. Menjadi Kebutuhan Utama Bagi Manusia untuk Dapat Beraktivitas. Jika kita ngga makan, makan kita bisa menjadi Lemas badan dan kekurangan gizi.

1 Piring Nasi Berserta Lauk Pauk dan Sayur-Sayuran adalah Penyambung Nyawa untuk Hari ini.

Semua Makanan yg Kita Konsumsi Berasal dari Hasil Kerja Keras Petani dan Peternak Tersebut.


TETAPI HASIL KERJA KERAS PETANI & PETERNAK MALAH DI PERMAINKAN OLEH SISTEM PEMERINTAH INDONESIA
Pernah Suatu Ketika, Ada Bapak Bertanya Kepada Anaknya.

Nak, Kamu Kalau Besar Nanti Mau Jadi Apa…?

Jawab Sang Anak Kepada Bapaknya : Saya Mau Jadi POLISI, DOKTER, PEGAWAI BANK, ASN, GURU, PILOT, GUBERNUR, CAMAT, BUPATI, CEO, ILMUWAN, INSINYUR, ARSITEK, ARTIS, dll.

Sama sekali ngga pernah terpintas menjadi Petani atau Peternak. Karena Pekerjaan atau Cita-Cita ini di anggap sebagai Kalangan Kelas Bawah yg Miskin.

Pagi Hari Sekitar Jam Pukul 2. Saat Langit Masih Gelap dan Dingin yg Menusuk Tulang. Banyak Orang ngga Sadar Bahwa Banyak Petani & Peternak yg Berangkat Menuju ke PASAR untuk menjual barang dagangan hasil Panennya.

Ada yg Laris Manis. Untunglah. Tetapi Ternyata Hasilnya ngga Sepadan. Keuntungannya Sangat Kecil Banget. Terkadang Hasil Panen Tak Terjual Habis. Menyisakan Sesuatu yg Kemudian Busuk di Kemudian Hari dan di Buang Begitu saja ke Tempat Sampah.

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MENJADI PENYEBAB MASALAH INI
Apa yg Menjadi Masalah Penyebab ini :

Petani & Peternak Menjawab Sistem Pemerintahan Indonesia.

Petani & Peternak di Larang Menjual Hasil Panennya secara Langsung ke Masyrakat. Artinya Perdagangan Mesti di Lakukan di Tempat yg Resmi. Yaitu “PASAR YG TELAH DISEDIAKAN OLEH PEMERINTAH”.

Apabila ada Petani & Peternak yg menjual dengan mendirikan Tempat Penjualan Sendiri Maka akan di Gusur oleh Satpol PP.

Petani & Peternak Boleh Menjual Hasil Panennya dengan Mendatangi ke PASAR yg RESMI. Tetapi ada Batas waktu yg di Tentukan. Yaitu Dari Pukul Jam 12 Malam – Jam 5 Pagi.

Jam ini Merupakan Waktu bagi Hantu Susana. Jam yg Seharusnya Manusia Beristirahat dan Tidur. Terkadang Dingin Menusuk ke Tulang yg Dapat Membuat Kesehatan Petani & Peternak bisa Terganggu.


Jam ini juga ngga banyak orang yg akan pergi ke Pasar. Biasanya Pembeli adalah Pedagang itu sendiri.

Lonceng Pagi Jam 5 Berbunyi.

Petani & Peternak di Haruskan Meninggalkan PASAR. Apabila melanggar maka Satpol PP akan membawa semua hasil panennya untuk di sita ke Pemerintah Indonesia.



Petani & Peternak akan di Tegur & diberikan Surat Peringatan. (TILANG Versi PASAR). Apabila Tetap Berusaha Menjual Hasil Panennya Melebihi Jam yg di Tentukan.

Masalahnya Barang Dagangan Berupa Hasil Sayur-Sayuran, Buah-Buahan, Daging Ayam, Pisang, ikan, dll Belum Terjual Habis.

Bagaimana mungkin ya bisa menjual banyak jika diberi batas waktu sangat sempit. Parahnya Lagi ini Jam Malam di Saat Orang banyak Tidur. Kasihan Nasib Petani.

Pun Jika ada yg Terjual itu juga Sedikit dengan Keuntungan yg Sedikit.

Keesokan harinya Panen yg Tak Terjual sudah mulai membusuk.


Dalam Hati Petani & Peternak. Masyrakat Sebenarnya Ingin Membeli yang Murah Langsung dari Petani & Peternak. Tapi Batas Waktu yg diberikan Pemerintah Terlalu Malam di saat orang sedang Tidur. Jika Petani Menjual Pada Jam Siang Hari - Sore Hari Maka di Larang oleh Pemerintah. Ngga Tahu Kenapa Karena Sistemnya Seperti ini. 

Pada Pagi - Siang - Sore Hari, Yang Berhak Menjual adalah Pedagang Pihak Perantara Lain (Pihak ke 2, 3, 4, dst). Menyebabkan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Justru Telah Melonjak Mahal Hingga 2-3 Kali Lipat dari harga aslinya yg di Tanam oleh Petani. Beberapa Masyarakat bahkan ada yg tak sanggup membeli Bahan pokok dan menyebabkan dirinya Kekurangan Gizi akibat Pedagang Pihak ke 3 Menaikkan Harga.

Sebutlah. Pedagang Pihak ke 3 Boleh Menaikkan Harga Sesuka Hatinya itu adalah Hak Dia. Karena memang ada biaya Transportasi, pajak, dll. 

Masalahnya, Bagaimana dengan Petani & Peternak. mengapa di larang berjualan dengan Pembatasan yg Tak Memihak. bahkan batas waktu penjualan hanya diberikan pada Jam Malam di saat orang Tidur. Jika mencoba berjualan pada Pagi Hari maka di Larang oleh Satpol PP. 

Youtube : Payung Teduh - Tidurlah

Artikel Lainnya :

*****
Petani & Peternak itu Sebenarnya PINTAR. Punya Pengalaman Panjang dalam Pekerjaannya. Di Suruh Nanam Apa aja Sebenarnya Bisa dan Bisa Panen.

Masalahnya ada pada Permasalahan Problem Kompleks yg di luar akal sehat mereka. Yaitu Sistem Pemerintahan Indonesia yg dipegang & dikendalikan oleh Pejabat-Pejabat Pemerintahan Berkuasa. Apa daya Petani & Peternak hanyalah orang kecil ngga mungkin mereka dapat melawan Sistem Pemerintahan Indonesia yg Begitu Kokoh & Kompleks.

Tolong Pemerintah Perhatikan Nasib Petani & Peternak Kecil. Problem Masalah ini ngga hanya sebatas ini aja, Tapi ada Jauh Lebih Banyak Lagi Permasalahannya. 

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU. 
Tag : Petani
0 Komentar untuk "Keluhan Petani dan Peternak Pada Sistem Perdagangan Pasar di Pemerintahan Indonesia"

Back To Top